hima pelacak

Sabtu, 01 Oktober 2011

ALL MY BIG FAMILY


Sebuah Rantai Emas

Persahabatan adalah Rantai Emas,
Link bersahabat begitu dalam,
Dan seperti sebuah permata langka dan berharga
yang selalu berharga sepanjang masa ...

Memegang erat kebersamaan
Dengan rasa cinta yang mendalam dan benar,
Dan itu kaya dengan kenangan indah
dan kenangan juga ...

Waktu tidak dapat menghancurkan keindahannya
Karena, itu memori selama hidup,
Tahun tidak dapat menghapus kesenangan
Bahwa dari persahabatan memberi sukacita ...

Untuk persahabatan adalah karunia yang tak ternilai
Yang tidak dapat dibeli atau dijual,
Tapi untuk memiliki pemahaman teman
Bernilai jauh lebih daripada emas ...

Dan Rantai Emas Persahabatan
selayaknya dasi yang selalu di ikat erat
Mengikat hati untuk bersama
meskipun tahun-tahun terlewati.

Burahol.com, Juni 2011

Genggam Erat Persaudaraan

Dalam kepekatan malam ini,
mendung hiasi sudut-sudut alam,
bulanpun mengintip dipekatnya awan,
sembari ku duduk di pembaringan,
wajah nan elok terus terbayang,
saat ini aku hanya tertegun kala sang biduan menyanyikan lagu syair kehidupan,
aku juga hanya terpana kala ia mencoba terasa berdiri disampingku, biarpun saling jauh.

Mungkin waktu jualah yang akan menjawab kedekatan dari ini, sembari berharap hari baik untuk saling berjabat tangan...

Genggam erat persaudaraan.

Salam Seorang teman

Aku ingin menjadi teman yang...
Selalu memberi
Aku ingin menjadi bantuan yang
Selalu bisa membuatmu senang

Aku ingin berarti sebanyak bagi kalian
Di setiap menit dan hari
Seperti kalian yang sangat berarti, teman,
Bagiku sepanjang hidup.

Aku ingin melakukan hal-hal besar dan
hal-hal yang bagus untuk mu,
Untuk hal abu-abu dari angkasa
Yang selalu terlihat warnanya;

Aku ingin mengatakan hal-hal yang baik
Yang sering aku dengar,
Aku ingin memberikanmu kegembiraan
seperti kalian yang telah memberi banyak,
Namun yang perlu kalian tahu
Aku berharap tidak akan pernah berubah;

Membuat kalian merasa sekaya hati,
menjalani kehidupan ..
Takut saat menghadapi sesuatu, ada kalian tempatku bersandar..

Dan bila aku memiliki satu keinginan saat ini,
aku hanya ingin untuk tetap sama ...
Menjadi Teman, seperti yang kau rasakan juga...
Kawan

PUISI " ALAM CIPTAAN ALLAH"

Alam Ciptaan Allah
Created by SMH.Nahampun.Amk

Fajar menyingsing,
surya tampak langit pun cerah.
Embun pagi basahi dedaunan,
perlahan menetes, basahi segarkan bumi.
Bunga-bunga tumbuh indah ditaman,
ber’aneka ragam warna; mekar merekah,
Angin semilir meniup dedaunan,
harum semerbak tebar wewangian.

Sungai membelah hutan,
Air hulu teriring arus ke hilir,
Desir air pecahkan keheningan,
Melayang kabut jajaran batang sungai.
Burung berkicau bernyanyi merdu,
kicau burung turut sambut pagi,
Insan bangkit dari pembaringan,
ikut terjaga siap lakukan aksi.

Ya Tuhanku…,
Ya allahku…..,
Engkau tlah ciptakan semesta ini,
Alam yang indah…,
Sungguh agung karyaMu.

Wahai kamu sekalian!
Aku ingin bertanya!
Untuk siapakah Alam ini tercipta?
Untuk apakah semesta ini dijadikan?
Jika untuk kita; pernahkah kita syukuri?
Tidak…, tidak ,
Yang kita tahu hanya merusak!
Kerap kali Kita ubah alam ini dengan selera masing-masing!

Mungkin suatu saat nanti; anak-anak tidak lagi mengenal burung!
Lalu dia akan bertanya,
”Ayah…, seperti apa burung itu?”
”Ibu……, seperti apa kicau burung itu?

Cintailah Alam persada ini,
Lukiskanlah keagungan karya Allah,
Nyanyikanlah kemuliaan ciptaan Allah.
Sebagai tanda terimakasih.
Peliharalah…. Alam ini untuk anak cucu mu. Amin





Di tengah derasnya arus zaman,
Aku terbuai dan terhanyut,
Aku jatuh bangun dalam hidupku,
Tapi tak seorangpun peduli akan aku,
Inikah arti kehidupan itu???
Aku cari keadilan pada temanku,
Aku cari kedamaian bersama emosiku,
Aku cari ketenangan dengan mereka,
Tapi aku tidak menemukannya.

Dengan mulut ini aku memuji Engkau…..
Tapi dengan mulut ini juga aku berdusta…,
Oleh mulutku aku dapat banyak teman…,
Oleh mulutku juga aku dapat banyak musuh,
Kerap kali yang ku tahu hanya menuntut dan meminta,
Tatkala doaku terkabul, ku lupa ucapkan syukur,
Terlalu banyak yang aku pikirkan,
hingga aku lupa bahwa KAU jalan yang terbaik

Keadaanku sekarang ini?
Anug’rah yang engkau berikan tak beralaskan jasaku.
Kasihmu setia dan tiada berubah.
Tiada kasih yang teguh setara dengan kasihmu.








Add caption


Dihargai teman

Tuhan pasti tahu.
Kami membutuhkan kata bersorak,
Seseorang untuk memuji kemenangan
Atau mengusap air mata.

Dia pasti akan tahu kita perlu untuk berbagi
Sukacita "hal-hal kecil"
Dalam kata untuk menghargai
Kehidupan yang membawa kebahagiaan.

Aku tahu, Dia tahu, saat hati kita bermasalah
Kadang-kadang berdenyut rasa sakit,
Dalam setiap halangan dan rintangan,
Atau tujuan kita tidak bisa tercapai.

Dia tahu kita membutuhkan kenyamanan
Dari hati yang pengertian
Untuk memberikan kita kekuatan dan keberanian
Untuk membuat awal, lembaran baru.

Dia tahu kita akan membutuhkan persahabatan,
Egois ... abadi ... kebenaran,
Dan pastilah Tuhan menjawab.
Dalam butuhnya kita akan jantung
Dengan teman-teman berharga ... seperti kalian!
"sahabat", "Teman", "Kawan"..













Bangunlah dik...
Hari tlah berganti,
lihatlah cakrawala sudah memutih,
bertanda malam baru berlalu,

Bawalah dik...
Asa dan impian malam tadi,
tuk diwujudkan dihari ini,
agar hilang segala rasa sesalan,
kecewa di hari nan lalu.

Bangkitlah dik...
Dari semua lamunan dan renungan semalam,
hingga terasa olehmu hadir sgala cita-cita,
bersama orang tercinta,
terkasih dan tersayang.

Mulailah dik...
Di pagi ini dengan suka cita,
tuk melalui segala onak rasa,
dalam membina asa, cita-citamu dan cintamu.

Maafkanlah dik...
Dari segala semua salah dan khilafku,
bila hadirku telah mengganggu.

OLE OLE

Rabu, 24 Agustus 2011

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

Senin, 23 Mei 2011

CERITAKU

"bukan hal buruk untuk mengawali hari yang baik, lupakan masa lalumu dan tataplah lurus apa yang ada di depanmu. Janganlah masa lalumu membuatmu takut tuk melangkahkan kakimu......." 

Jangan pernah lupa pesanku ini!....... selalu tersenyum yach..!
temanmu Ahmad

Pagi itu masih redup, langit masih gelap. Angin berhambus lembut menyapa dedaunan yang dihinggapi butiran-butiran embun yang bening nan suci. Kabut juga masih menyelimuti alam pagi. Sejuk merasuk sesegar udara yang masih murni, hasil olahan alam tak berpolusi. Bau harum semerbak menyebar menyeruak yang terpancar dari bunga-bunga yang tertata rapi di pekarangan, memaksa jiwa kian damai. tenang.
Ayam telah berhamburan bersebaran mengais-ngais makanan untuk mengisi perut mereka yang sejak kemaren belum terisi. Dengan semangatnya mereka mencari dan terus mencari. Dengan seribu kepastian mereka menghadapi hari ini. Tanpa ada mempunyai rasa keputus asaan yang menghinggapi, apa lagi keraguan yang selalu menghalangi jalan untuk melangkahkan kaki. Mereka akan terus berusaha hingga sore nanti menjemputnya untuk kembali ke peraduanya. terik matahari, deras hujan tidak pernah mengganggu mereka untuk terus berusaha, tak pernah menyiutkan nyali mereka untuk melangkah...
Tak ada yang istimewa, sebenarnya semua berjalan seperti biasa. Pohon masih berdiri tegak menjulang. Rumput masih tumbuh meluas menghijau. Bunga pun masih bermekaran. Yahhh ........................semua masih berjalan seperti biasanya ada mendung, ada kabut, ada angin yang sepoi-sepoi meniup, dan yang paling penting air masih tetap mengalir dri tempat yang tinggi ketempat yang lebih rendah. Masih biasa. Ayam masih berkokok kambing mengembik singa mengaum. Singa masih makan daging dan kambing makan rumpiut tak ada yang istimewa.....juga  manusia masih tetap makan nasi semua berjalan biasa pagi itu......
Namun disana, dia terduduk lemas lunglai, terpekur.    

Jumat, 06 Mei 2011

AMAL IBADAH YG PALING DICINTAI ALLAH


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) karena dengan cara itulah kamu akan mencapai (surga)”.


Diriwayatkan dari Aisyah ra : seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”

Rabu, 13 April 2011

Himpunan mahasiswa dan pelajar cakul

semua ttg CINTA

Cinta suci itu milik orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.
Milik mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.
Milik mereka yang masih mencintai, walaupun mereka telah disakiti.
Dan milik mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan bahwa cinta bukan untuk sementara tetapi untuk selamanya.
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanyalah mencintai pantulan dari diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
CINTA sejati adalah saat kau dapat merelakan CINTA itu bahagia, bukan untuk mendapatkannya.
Satu-satunya cara agar kita memperoleh kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. – Dale Carnagie -
Hanya cinta yang bisa, menaklukkan dendam
Hanya kasih sayang tulus, yang mampu menyentuh
Hanya cinta yang bisa, mendamaikan benci
Hanya kasih sayang tulus yang mampu MENEMBUS RUANG dan WAKTU
-Titi DJ-
“Cinta adalah kecondongan jiwa yang sangat kuat kepada satu bentuk yang sesuai dengan tabiatnya, maka jika pemikiran jiwa itu kuat mengarah ke sana, ia akan membayangkan bagaimana cara memperolehnya dan ia akan selalu mengharapkannya. Oleh karena terlalu memikirkan itu pula, biasanya penyakir baru akan selalu muncul bagi orang yang sedang jatuh cinta” -Imam Ibnu Jauzi-
Aku membawa segunung cinta untukmu
Sedang aku sesungguhnya tidak mampu membawa jubah dan aku begitu lemah
Cinta bukanlah bagian dari kebaikan dan tenggang rasa
Akan tetapi cinta adalah sesuatu yang karenanya jiwa terbebani dengan beban yang berat -Seorang Penyair-
“Tak ada di muka bumi yang lebih menderita dari pemabuk cinta.
Manakala hasratnya telah tercapai, hanya pahit yang dirasakan.
Kaulihat hari-harinya adalah tangis dan air mata.
Khawatir akan perpisahan dan larut dalam cinta.
Kala jauh menangis karena dilanda kerinduan.
Saat dekat pun menangis karena takut perpisahan.
Matanya selalu penuh air mata kala bersamaan dan mengalir deras saat dipisahkan.”
- sebuah syair di Shaidul Khatir, Aljauzy-
Suatu malam kutanya cinta: “Katakan, siapa sesungguhnya dirimu?”
Katanya: “Aku ini kehidupan abadi, aku memperbanyak kehidupan indah itu.”
Kataku: Duhai yang di luar tempat, di manakah rumahmu?”
Katanya: “Aku ini bersama api hati dan du luar mata yang besar. Aku ini tukang cat, karena akulah setiap pipi berubah jadi warna kuning. Akulah utusan yang ringan kaki, sedangkan pecinta adalah kuda kudusku.
Akulah merah padamnya bunga tulip, Akulah manisnya meratap, penyibak segala yang tertabiri…”
Lewat cintalah semua yang tembaga akan jadi emas.
Lewat cintalah semua yang endapan akan jadi anggur murni.
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat.
Lewat cintalah si mati akan jadi hidup.
Lewat cintalah raja akan jadi budak.
-Syair Rumi-

Entri Populer

Mengenai Saya

Foto saya
CAKUL, JATIM
LARE TRENGGALEK

Cari Blog Ini